3 Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris

Saturday, September 30th, 2017 - Biography

Biografi ra kartini dalam bahasa inggris bisa sobat temukan di contoh teks bahasa inggris kali ini. Untuk sobat yang sedang bingung membuat biografi ra kartini dalam bahasa inggris bisa mencari inspirasi di sini.

Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris

Sebuah biography text bahasa inggris biografi ra kartini dalam bahasa inggris tentunya berisikan sejarah kehidupan salah satu pahlawan wanita di Indonesia ini. Teman semua bisa membaca sejarah singkat kehidupan RA Kartini. Berikut adalah contoh biografi ra kartini dalam bahasa inggris. Baca juga3 Contoh Biografi Soekarno Dalam Bahasa Inggris Dan Artinya.

3 Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris

1. Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris Singkat

Raden Adjeng Kartini

Raden Adjeng Kartini, in full Lady Raden Adjeng Kartini was a Javanese noblewoman whose letters made her an important symbol for the Indonesian independence movement and for Indonesian feminists. Kartini was born on April 21, 1879, in the town of Mayong on the island of Java and died on September 17, 1904, at age 25, soon after childbirth.

J.H. Abendanon—former director of the Department of Education, Religion, and Industry—arranged for publication of her letters in 1911, under the title Door duisternis tot licht (“Through Darkness into Light”). The book enjoyed great popularity and generated support in the Netherlands for the Kartini Foundation, which in 1916 opened the first girls’ schools in Java, thus fulfilling Kartini’s ambition. Her ideas were also taken up by Indonesian students attending Dutch universities, and in 1922 an Indonesian translation of the letters was published. She became a popular symbol, and her birthday is celebrated annually.

Artinya

Raden Adjeng Kartini

Raden Adjeng Kartini, nama secara penuh Lady Raden Adjeng Kartini adalah bangsawan Jawa yang suratnya membuatnya menjadi simbol penting bagi gerakan kemerdekaan Indonesia dan untuk feminis Indonesia. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879, di kota Mayong di pulau Jawa dan meninggal pada tanggal 17 September 1904, pada usia 25, segera setelah melahirkan.

 J.H. Abendanon -mantan direktur Departemen Pendidikan, Agama, dan Industri- mengatur penerbitan surat-suratnya pada tahun 1911, dengan judul Door duisternis tot licht (“Through Darkness into Light”). Buku ini sangat populer dan mendapat dukungan di Belanda untuk Yayasan Kartini, yang pada tahun 1916 membuka sekolah anak perempuan pertama di Jawa, sehingga memenuhi ambisi Kartini. Gagasannya juga diangkat oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di universitas Belanda, dan pada tahun 1922 sebuah terjemahan bahasa Indonesia dari surat-surat tersebut diterbitkan. Dia menjadi simbol populer, dan hari ulang tahunnya dirayakan setiap tahun.

3 Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris

2. Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris

Kartini

Born on April 21, 1879, in the town of Mayong on the Indonesian island of Java, Kartini was the daughter of wealthy native aristocrats, Raden Adipati Sosroningrat.

Kartini had the unusual opportunity to attend a Dutch school, which exposed her to Western ideas and made her fluent in Dutch. During adolescence, when she was forced to withdraw to the cloistered existence prescribed by tradition for a Javanese girl of noble birth, she began to correspond with several Dutch friends from her school days. She also knew and was influenced by Mevrouw Ovink-Soer, wife of a Dutch official and a dedicated socialist and feminist. In her letters Kartini expressed concern for the plight of Indonesians under conditions of colonial rule and for the restricted roles open to Indonesian women. She resolved to make her own life a model for emancipation and, after her marriage in 1903 to a progressive Javanese official, the Regent of Rembang, she proceeded with plans to open a school for Javanese girls.

On September 13, 1904, Kartini gave birth to a son, Raden Mas Singgih, but she died four days later, at age 25.

In 1911, a number of Kartini’s letters were published by J.H. Abendanon, under the title From Darkness into Light. The letters have exerted a powerful influence in her homeland, and proceeds from their publication have been used to found “Kartini schools” for women throughout Indonesia. Regarded as a pioneer for women’s liberation and national liberation, Kartini holds the honorary titles “Raden Ajeng” and “Ibu,” and her birthday, April 21, has become a national day.

Terjemahannya

Kartini

Lahir pada tanggal 21 April 1879, di kota Mayong di pulau Jawa di Indonesia, Kartini adalah putri bangsawan pribumi kaya, Raden Adipati Sosroningrat.

Kartini memiliki kesempatan yang tidak biasa untuk menghadiri sekolah Belanda, yang membuatnya terkesan dengan gagasan Barat dan membuatnya fasih berbahasa Belanda. Selama masa remaja, ketika dia dipaksa untuk menarik diri ke eksistensi tersembunyi yang ditentukan oleh tradisi seorang gadis kelahiran kawakan Jawa, dia mulai berhubungan dengan beberapa teman Belanda dari masa sekolahnya. Dia juga tahu dan dipengaruhi oleh Mevrouw Ovink-Soer, istri seorang pejabat Belanda dan seorang sosialis dan feminis yang berdedikasi. Dalam suratnya Kartini menyampaikan keprihatinan atas keadaan orang Indonesia di bawah kondisi pemerintahan kolonial dan karena peran terbatas terbuka bagi perempuan Indonesia. Dia memutuskan untuk menjadikan hidupnya sebagai model emansipasi dan, setelah menikah pada tahun 1903 dengan seorang pejabat Jawa yang progresif, Bupati Rembang, dia melanjutkan rencana untuk membuka sekolah bagi gadis-gadis Jawa.

Pada tanggal 13 September 1904, Kartini melahirkan seorang anak laki-laki, Raden Mas Singgih, namun meninggal empat hari kemudian, pada usia 25 tahun.

Pada tahun 1911, sejumlah surat Kartini diterbitkan oleh J.H. Abendanon, dengan judul Dari Darkness into Light. Surat-surat tersebut telah memberikan pengaruh yang kuat di tanah airnya, dan hasil publikasi mereka telah digunakan untuk menemukan “sekolah Kartini” bagi perempuan di seluruh Indonesia. Dianggap sebagai pelopor pembebasan perempuan dan pembebasan nasional, Kartini memegang gelar kehormatan “Raden Ajeng” dan “Ibu”, dan hari kelahirannya, 21 April, telah menjadi hari nasional.

3. Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris

Raden Ajeng Kartini is hailed as Indonesia’s first feminist. April 21, the day of her birth, is celebrated as “Hari Kartini” (Kartini Day). She is seen as the symbol of Indonesian women’s emancipation.

Kartini was born on 21 April 1879, in a village called Mayong in the town of Jepara, North Central Java to an aristocrat family. She is the daughter of Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat, the Regent of Jepara. She went to a primary school, along with her brothers, for the children of Dutch planters and administrators. Other girls from aristocratic families did not receive the same formal education she obtained. But under the old Javanese tradition of pingit, she was kept in seclusion at home until marriage upon reaching the age of twelve years.

Kartini wrote many letters that were later published in Holland in 1911 in a book entitled Through Darkness into Light, and became a bestseller. It had four editions until 1923.

She died on 17 September 1904 after giving birth to a child a year after her marriage. She passed away at the young age of twenty-five. Prior to her death, Kartini founded a school for young girls. Kartini lived a short life of twenty-five years and yet she left a legacy that supported the rights of Indonesian women in particular, and national identity in general. In the context of the remaining many challenges facing Indonesian women today, Kartini provides an inspiration to the continuing effort to overcome them.

Artinya

Raden Ajeng Kartini dipuji sebagai feminis pertama di Indonesia. 21 April, hari kelahirannya, dirayakan sebagai “Hari Kartini” (Hari Kartini). Dia dipandang sebagai simbol emansipasi wanita Indonesia.

Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879, di sebuah desa bernama Mayong di kota Jepara, Jawa Tengah Utara hingga sebuah keluarga bangsawan. Dia adalah putri Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat, Bupati Jepara. Dia pergi ke sekolah dasar, bersama dengan saudara laki-lakinya, untuk anak-anak pekebun dan administrator Belanda. Gadis-gadis lain dari keluarga aristokrat tidak menerima pendidikan formal yang sama dengan yang dia dapatkan. Tapi di bawah tradisi pingit Jawa kuno, dia tetap diasingkan di rumah sampai menikah saat mencapai usia dua belas tahun.

Kartini menulis banyak surat yang kemudian diterbitkan di Belanda pada tahun 1911 dalam sebuah buku berjudul Through Darkness into Light, dan menjadi bestseller. Ini memiliki empat edisi sampai 1923.

Dia meninggal pada tanggal 17 September 1904 setelah melahirkan anak setahun setelah pernikahannya. Dia meninggal pada usia muda dua puluh lima tahun. Sebelum kematiannya, Kartini mendirikan sebuah sekolah untuk anak perempuan. Kartini hidup dalam usia singkat dua puluh lima tahun, namun dia meninggalkan warisan yang mendukung hak-hak perempuan Indonesia pada khususnya, dan identitas nasional pada umumnya. Dalam konteks banyak tantangan yang dihadapi wanita Indonesia saat ini, Kartini memberikan inspirasi untuk melanjutkan upaya untuk mengatasinya.

Biografi RA Kartini Dalam Bahasa Inggris

Pelajari juga Idiom Bahasa Inggris Tentang Cuaca Dan Kalimatnya. Demikian biografi ra kartini dalam bahasa inggris kali ini.

Comments

comments